Bontang (13/5). LDII Bontang menggelar pengajian umum sekaligus penyuluhan hukum bagi para warga dan santri. Acara itu bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Bontang yang menyoroti persoalan hukum marak di tengah masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Masjid Baitul Musthofa, Kota Bontang, pada Minggu (10/5), itu menghadirkan Kepala Subseksi II Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Bontang, Surya Hartarto Purwowibowo, sebagai narasumber edukasi hukum untuk warga.
Menurutnya, masalah hukum yang semakin marak kini dimulai dari penyalahgunaan media sosial hingga narkoba. Dalam pemaparannya, Surya mengingatkan, ancaman pelanggaran hukum kini tidak hanya datang dari tindak kriminal konvensional, tetapi juga dari aktivitas sehari-hari yang kerap dianggap sepele.
“Misalnya kasus perselisihan antarumat beragama, kekerasan, penganiayaan, tindak asusila, penyalahgunaan media sosial, hingga narkoba, kini masih menjadi perhatian di Bontang, khususnya,” kata dia.
Ia meminta masyarakat, terutama generasi muda, lebih memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan. “Kesadaran hukum perlu dibangun dari lingkungan keluarga dan komunitas keagamaan agar pelanggaran dapat dicegah sejak dini,” kata dia.
Karena itu Surya menilai, organisasi masyarakat keagamaan berperan penting menjaga situasi sosial tetap kondusif. Ia juga mengapresiasi LDII yang terus menjalin komunikasi dan sinergi dengan aparat penegak hukum melalui berbagai kegiatan penyuluhan.
“LDII saat ini sudah sangat terbuka. Kami dari Kejaksaan Negeri Bontang sudah beberapa kali menyelenggarakan kegiatan semacam ini serta terus bersinergi,” katanya.
Senada dengan Surya, Ketua DPD LDII Kota Bontang, Anton Kuswanto juga mengatakan penyuluhan hukum digelar masyarakat lebih memahami hukum di tengah perkembangan sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, kepatuhan terhadap hukum menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami berharap kegiatan penyuluhan hukum bisa dilaksanakan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar hukum,” ujar Anton.
Selain penyuluhan hukum, Anton juga memperkenalkan program pembinaan karakter LDII yang menitikberatkan pada pembentukan generasi muda berakhlak dan disiplin.













