Gunungkidul (20/6). DPD LDII Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui Kelompok Kerja (Pokja) Barat Bidang Pendidikan, LDII menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Memahami Perkembangan Psikologi Anak dan Remaja’ di Gunungkidul, pada Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut diikuti 46 mubaligh dan mubalighot dari delapan kapanewon, yakni Wonosari, Gedangsari, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Saptosari, dan Tanjungsari. FGD ini menjadi bagian dari program pembinaan bidang pendidikan yang mencakup pengembangan karakter generasi penerus, pendidikan anak usia dini, hingga pembinaan di lingkungan pondok pesantren.
Pembukaan kegiatan dilakukan Taufik Hidayat yang menekankan pentingnya pemahaman psikologi dalam proses pendidikan dan pembinaan generasi muda. Menurutnya, tantangan yang dihadapi anak dan remaja saat ini jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya, terutama dengan hadirnya teknologi digital dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.
“Pembina generasi muda tidak cukup hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga perlu memahami aspek psikologis anak dan remaja. Dengan memahami karakter dan kebutuhan di setiap fase pertumbuhan, proses pembinaan dapat berlangsung lebih efektif dan pesan-pesan pendidikan lebih mudah diterima,” ujar Taufik.
Dalam sesi materi, narasumber Ismiyati menjelaskan setiap fase perkembangan anak dan remaja memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, pendekatan dalam mendidik dan membina tidak bisa disamaratakan. Ia mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik, memahami kebutuhan emosional anak, serta menghadirkan lingkungan yang aman dan mendukung proses tumbuh kembang mereka.
“Pemahaman mengenai perkembangan psikologi anak dan remaja menjadi bekal penting bagi para pendidik dan pembina. Pendampingan yang sesuai dengan usia tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” kata Ismiyati.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, mengapresiasi terselenggaranya FGD tersebut. Menurutnya, pembinaan generasi penerus menjadi salah satu prioritas utama LDII karena kualitas suatu bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas generasi mudanya saat ini.
“LDII memiliki perhatian besar terhadap pembinaan generasi penerus. Kami ingin melahirkan generasi yang memiliki karakter luhur, profesional dalam berkarya, dan religius dalam menjalani kehidupan. Untuk mencapai tujuan itu, para pembina juga perlu terus meningkatkan kapasitasnya, termasuk memahami perkembangan psikologi anak dan remaja,” ujar Wahono.
Ia menambahkan, pembinaan generasi muda memerlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari keluarga, pendidik, hingga pembina keagamaan. Menurutnya, anak dan remaja membutuhkan lingkungan yang mendukung agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik, memiliki kemampuan menghadapi perubahan zaman, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Anak-anak tidak bisa dibentuk secara instan. Mereka membutuhkan pendampingan yang konsisten, keteladanan, dan komunikasi yang baik. Dengan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pembina keagamaan, kami berharap lahir generasi yang kuat secara karakter, cerdas secara intelektual, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Wahono.









