Bandung (20/6). DPD LDII Kabupaten Bandung menggelar pelatihan hisab dan rukyatul hilal untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap penentuan kalender Hijriah berbasis Astronomi dan syariat Islam. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) ini dilaksanakan secara hybrid yang dipusatkan di Masjid Baitul Amal Baleendah, Kabupaten Bandung.
Sekitar 60 peserta mengikuti pelatihan ini, yang terdiri dari ustaz, mubaligh, pelajar, hingga akademisi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi agar masyarakat memahami proses penentuan awal bulan secara lebih ilmiah dan terarah.
Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII, Wilnan Fatahillah hadir sebagai pemateri. Ia menjelaskan bahwa ilmu falak dalam Islam memiliki perkembangan panjang dan terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi modern.
Menurutnya, metode penentuan hilal saat ini tidak hanya bertumpu pada pengamatan langsung, tetapi juga didukung perhitungan astronomi seperti Wujudul Hilal dan Imkanur Rukyat MABIMS. Kedua pendekatan ini menjadi acuan dalam penetapan awal bulan Hijriah di Indonesia.
“Rasulullah menggunakan kata *ru’yah* yang berarti melihat hilal dengan mata kepala. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan saat ini, astronomi membantu kita memahami posisi hilal dengan lebih presisi tanpa meninggalkan prinsip syariat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa literasi astronomi Islam perlu terus diperkuat di kalangan masyarakat. Hal ini penting agar umat dapat memahami proses penentuan kalender Hijriah secara utuh sekaligus tetap selaras dengan ketetapan pemerintah.
Setelah sesi teori, peserta mengikuti praktik langsung menggunakan teleskop manual dan teleskop digital. Mereka mempelajari mulai dari pengaturan koordinat hingga teknik menangkap citra bulan secara digital.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam menyiapkan kader falakiyah yang memiliki kemampuan teknis pengamatan hilal untuk memperkuat kontribusi sumber daya manusia dalam agenda rukyatul hilal dan sidang isbat nasional di masa mendatang.









