Jakarta (20/6). Kabag Kesra Pemkot Jakarta Pusat Ahmad Juhandi menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus masa bakti 2025-2030. Ia menekankan, ormas agama berperan penting sebagai mitra dalam mendukung program pemerintah terkait isu agama dan lingkungan.
Melalui acara yang digelar DPD LDII Kota Administrasi Jakarta Pusat di Ruang Serba Guna Utama Walikota Jakarta Pusat pada Kamis (11/6/2026) itu, Ahmad berharap LDII Jakarta Pusat juga menjadi motor penggerak toleransi di tengah keberagaman masyarakat
“Kiprah LDII secara tingkat nasional, provinsi, kota, hingga cabang perkembangannya sangat signifikan. LDII yang telah melampaui waktu yang panjang ini telah melahirkan sinergi kinerja yang luar biasa. Pemkot mengajak LDII terus aktif menumbuhkan toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama terutama dalam perayaan hari besar keagamaan oleh pemerintah,” katanya.
Menurut Ahmad, berbagai persoalan masyarakat akan lebih efektif diselesaikan jika dipikirkan dan dikerjakan bersama terutama terkait lingkungan dan sampah. Ia mengapresiasi LDII yang mendukung gerakan pilah sampah dari rumah. Hal itu juga untuk mengurangi volume pengiriman sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang.
“Pemerintah Kota Jakarta Pusat sedang menggalakkan pemilahan sampah, Kita mendorong agar masyarakat termasuk anggota LDII diberikan motivasi pilah sampah di rumah masing-masing. Di TPA Bantar Gebang sudah overload, dan nanti mulai 1 Agustus 2026 di sana sudah terverifikasi hanya sampah tertentu yang bisa masuk, selebihnya dikembalikan pada masyarakat,” katanya. Ahmad juga mengingatkan membangun kerjasama yang solid antarstakeholder penting dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.
Kegiatan itu turut dihadiri Anggota DPRD Fraksi PAN Bambang Kusumanto, Anggota DPRD Fraksi Golkar Ramly Hi Muhamad, Anggota DPRD Fraksi PKB sekaligus Ketua Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Pusat Heri Kustanto, Ketua Majelis Ulama Indonesia Jakarta Pusat KH Robi Fadil Muhamad, KanKemenag Jakarta Pusat M. A. Taqwim, Ketua DMI Jakarta Pusat KH Syawaludin Hidayat, Pimpinan Hindu Ngurah Utama, serta tokoh-tokoh masyarakat.[ANR]









