Batam (24/4). Setiap pekan melalui program “Bank Sampah”, warga LDII Sekupang mengkonversi 1,3 ton sampah menjadi rupiah. Ketua DPW LDII Kepulauan Riau, Rulifa Syahroel mengatakan, program dimulai dengan memilah sampah pada masing-masing rumah tangga.
“Dipisahkan antara sampah organik dan anorganik. Kemudian dikumpulkan di lokasi tertentu, yang kemudian diberi nama ‘Bank Sampah’,” ujar Rulifa, di Sekupang, Batam, Kepulauan Riau pada Jumat (24/4/2026).
Rulifa mengatakan, program serupa diterapkan di Ponpes Abdul Dhohir, Sekupang, Batam. “Para santri, kami bekali keterampilan mengelola sampah secara mandiri. Mulai dari mengolah sampah organik menjadi kompos dan pakan ternak, hingga mendaur ulang sampah anorganik menjadi produk bernilai guna,” tuturnya.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan konsep zero waste dan upaya pengurangan emisi karbon. “Kami berkomitmen, membentuk generasi yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga peduli secara sosial dan ekologis,” jelas Rulifa.
Ia mengatakan, program tersebut dijalankan atas kerja sama antara PC LDII Sekupang dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam. “Pihak dinas mendampingi sekaligus menjamin penyerapan hasil pilahan sampah warga dengan harga yang kompetitif,” pungkas Rulifa.

Rulifa menegaskan, perubahan besar, selalu dimulai dari langkah kecil. “Apa yang dilakukan warga LDII Sekupang sebagai komitmen untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda LDII Kepulauan Riau untuk menjadi motor penggerak perubahan. “Tidak cukup hanya mengaji, tetapi juga harus peduli lingkungan. Menjaga bumi, adalah bagian dari ibadah,” tutupnya.









