Kudus (30/4). DPD LDII Kabupaten Kudus menggelar audiensi dengan Bupati Sam’ani Intakoris di Pendopo Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) merupakan upaya LDII menyelaraskan program kerja LDII dengan Pemerintah Kabupaten Kudus.
Ketua DPD LDII Kudus Muhammad As’ad menyampaikan audiensi ini menjadi sarana komunikasi langsung, dengan pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi. Ia menilai hubungan yang terbangun selama ini perlu terus dijaga melalui dialog rutin.
“Kami ingin memastikan program LDII di daerah berjalan sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kudus, termasuk dalam bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan,” ujarnya.
Selain membahas agenda organisasi, LDII Kudus juga memaparkan program lingkungan yang tengah dirintis di lingkungan pesantren. Program tersebut mengarah pada pengelolaan sampah berbasis zero waste management sebagai upaya mengurangi limbah dan meningkatkan kesadaran lingkungan.
“Kami mulai dari lingkup pesantren sebagai pusat edukasi. Harapannya bisa menjadi contoh pengelolaan sampah yang lebih tertata,” kata perwakilan LDII.
Ia menambahkan program lingkungan ini melibatkan santri dan warga sekitar dalam pengelolaan sampah terpilah serta pemanfaatan kembali limbah organik. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup yang lebih tertib.
“Edukasi menjadi kunci agar program ini berjalan konsisten dan meluas ke masyarakat,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi peran LDII dalam kehidupan masyarakat. Ia menilai kontribusi organisasi kemasyarakatan seperti LDII penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung program pembangunan daerah.
“Kami membuka ruang kolaborasi yang luas. Kegiatan yang dilakukan LDII dapat bersinergi dengan program pemerintah daerah,” ujarnya.
Sam’ani Intakoris juga mengagendakan kunjungan Safari Jumat ke salah satu masjid LDII di Kudus dalam waktu dekat sebagai upaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Ia berharap hubungan antara pemerintah daerah dan LDII terus terjaga melalui kegiatan bersama yang berdampak langsung bagi warga.
“Audiensi ini menjadi langkah lanjutan dalam membangun kolaborasi antara LDII Kudus dan pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat yang rukun, religius, dan memiliki daya saing,” tutupnya.









